DuniaAramaya

I'm just an ordinary woman.. who lives in this ordinary world.. with this extra ordinary imagination & Dream..

Monday, November 12, 2007

Kamu Jahat...!

Hari ini cukup tidak menyenangkan untuk saya.
Dia yang sudah seminggu ini menemani saya walaupun hanya dengan pesan-pesan singkat yang terkadang tidak memiliki arti, sepertinya memang tidak akan meninggalkan sesuatu yang berarti dalam hidup saya. Sudah lah.. saya akhiri saja sesuatu yang bahkan belum saya mulai ini. Seperti ada yang menghembuskan suara sendu, ya.. saya sedih.. saya sedang membutuhkan ketidakberartian itu, merindukan saat-saat dimana saya dapat tersenyum bodoh, tidur dengan gelisah, hati yang melompat saat ada genggaman lain di jari.. sudah lah.. saya akhiri saja sesuatu yang belum dia mulai ini.
Hanya ada satu pria dikepala saya untuk mencurahkan ini semua. Sahabat terindah dalam hidup saya, menemani saya sejak 8 tahun terkhir, semua tawanya, rindunya, marahnya, senyumnya.. Janjinya untuk menikahi saya bila dalam 3 tahun kedepan kami tetap sendiri.. haha.. bodoh.. Tapi terima kasih sudah kamu ucapkan itu semua, hanya karena pada saat itu saya menangis tersedu-sedu mengingat betapa seringnya cinta saya hilang.. Maaf saya sempat menghilang untuk 1 bulan kemarin..
"Hei May.. masih ingat ya sama saya..?"
"Gan..."
"Btw.. i'm getting married next month.."
"...................................."
"May...?"
"I'm so happy for you..."
"Terus kenapa ngomongnya pake mewek segala..?"
"...................................."
"May....?"
"Kamu jahat...."
Kamu Jahat... Kamu Jahat...!!!!!
Saya sedih... Taukah kamu...?

Saturday, October 27, 2007

I Refuse To Take It

I've put you above my head, just to make sure that u'd never get hurt..
I've put my love to you in my vein, just to make sure that it'd always walk through it..
I've put my fear behind my back, just to make sure that u'd never feel the same..
I've put your happiness in my soul, just to make sure that i could be one whenever u need it..


And now you say those words.. "It's me, take it or leave it"..


Have you put me above your head, so that i could never get hurt?
Have you put your love to me in your vein, so that it'd always walk through it?
Have you put your fear behind your back, so that i could never feel the same?
Have you put my happiness in your soul, so that u could be one whenever i need it?


..... I refuse to take it .....

Thursday, September 06, 2007

Tarikan Untukku..

Tarikan lagi tarianmu itu
Yang selalu dapat membuatku tersenyum
Jangan tanya mengapa kuterlena
Karena akal dan pikirku tak dapat menyatu saat adamu..

Nyanyikan lagi nyanyianmu
Yang selalu dapat mengantar tidurku
Jangan tanya mengapa kuterlena
Karena jiwa dan ragaku bermusuh saat adamu..

Biarkan aku disini sejenak
Membuang kegalauan
Jangan takut aku pergi
Karena kau bahkan tak dapat melihatku
Aku tidak pernah ada disana

Bila khayalan dapat membunuh,
Pasti ku sudah tak disini.

Khayalku terlalu indah, terlalu
Ha..ha.. ya.. tarikan terus tarianmu,
Biarkan aku hanya memandang dari sini.

Friday, August 03, 2007

Eksmud? If you say so..

Humm... lama juga saya tidak mejenguk 'keranjang sampah' saya ini... Pun setelah dilihat2 ternyata tulisan saya banyak juga yang sedih. Well, don't read it if u don't like it, namanya juga 'keranjang sampah'.
Beberapa minggu lalu saya makan siang dengan wanita2 masa kini sekali.. eksmud? hum.. u can say so, mengingat saya tidak terlalu memahami sebenernya 'eksmud' itu seperti apa. Tapi setidaknya penampilan mereka chic, smart, well-paid (HA!).. Tapi memang saya penasaran, seperi apa sih sebenarnya menjadi bagian dari 'eksmud'2..
Wanda : Pekerja (mungkin lebih baik begini saja ya..), dekil, tomboi, & sekenanya waktu beberapa tahun yang lalu, sekarang berubah cantik (sekarang saya yakin kalau uang bisa membuat siapapun tampak JAUH lebih baik), and i guess she realizes it... no.. not 'i guess', but 'i bet'..
Renia : Pekerja, cuek & mandiri sekali beberapa tahun yang lalu, dan sekarang menjadi cukup terawat (mengingat dia punya 'IMF' pribadi selama 6 tahun belakangan ini).
Tasha : Pekerja, dulu dan sekarang tidak berubah.. tegas & apa adanya.. i like her..
Peremuan wanita masa kini pasti selalu diawali dengan cium2 di pipi, menghabiskan waktu 20 menit hanya utk menentukan 'mana kira2 tempat yang enak ya?' --- no comment on this one.. hehe.. Akhirnya ada spot yang cukup strategis.
Duduk, pesan minum & makan, lalu perang nikotinpun dimulai...
Wanda : "For God's Sake.. i hate my job.. gw harus pulang malem terus.."
Renia : "We all do.."
Wanda : "Thank God i'm well paid.. Didn't mean anything ren.."
Ok.. nice conversation.. kegiatan mengaduk2 ice tea sepertinya lebih menyenangkan untuk saya..
Renia : "I hold his credit card now.."
Wanda : "Nice.. berapa limitnya..?"
Hummm.. mie-nya lumayan gurih.. credit card..? ATM saja jebol terus.. (mungkin krn isi yg juga kurang maksimal ya.. haha..)
Wanda : "So how's the other guy..?"
Renia : "hummm.. hehehe... dia naik motor.. rada males.."
Wanda : "Ohh... u r so lame..."
Renia : "Ah.. lo juga gitu kan.."
Jadi ingat belum sms ojek langganan untuk ambil gaji bulan ini dirumah..
Ok.. saya harus coba ganti pembicaraan..
Saya : "Kangen ya pengen balik ke sekolah aja.. nggak usah ribet kerja gini.."
All : "Iyaaa..... bla... bla.. bla..."
Nah... begini kan enak....
............. 5 menit.............
Wanda : "Eh.. kayaknya gw mau balik kayak dulu cuman kalo gw pake kaca mata deh.."
Renia : "Maksudnya sekarang setelah pake kacamata lo cantik..?"
Wanda : "Ya bukan gitu....."
Renia : "Tapi iya juga sih... i didn't have my 'IMF' back then.."
Very well... saya habiskan minum saya, membayar bagian saya, dan berdiri.
All : "Lho.. mau kemana..?"
Saya : "Duluan ya.. mau nge-cek gaji yang jumlahnya sehitu2 aja, bayar ojek langganan, sama beli obat jerawat utk muka yang begini2 aja biarpun udah pake kacamata.. dahh.."
Saya tarik nafas saya dalam2 begitu wajah mereka tidak terlihat lagi oleh saya, so what 'eksmud' actually is..? baju 'in style', gaji lumayan, yakin kalau keren..? well.. if you say so..
O ya.. saya tidak cerita tentang Tasha ya..? humm.. i guess i told you that i like her.. right..?

Thursday, May 10, 2007

Tulisku ini Untukmu..

Kenapa..?
Tidak ada yang salah May.. tapi aku tidak bisa..
Kenapa..?
Aku memang memikirkan menikahimu... dulu..
Kenapa..?
Aku ini memang labil.. kamu tau itu kan..?
Kenapa..?
Ya.. aku memang egois.. aku mau apa yang aku mau saja..
Kenapa..?
Aku bingung May..
Kenapa...?
Lihatkah kau tangan yang sudah hilang urat nadinya.. kepala yang sudah hilang alam pikirnya.. Jantung yang sudah hilang detaknya.. Mata yang tidak mengantungi air lagi..?
Nanar di mata ini bukan sekedar ingin dikasihi, merekapun kehilangan semua.. Semua yang kau beri kemarin itu.. Dengan seribu mimpi.. dan kau ambil tanpa menggunakan hatimu.. manusiakah kamu...?
Aku tidak ingin menyakiti kamu lagi dengan kelabilanku ini May.. Sungguh aku mencintaimu sekali..
Diam..!!! Sudah.. turunkan aku.. ternyata sayap kecil ini tidak juga membuatku bahagia.. Kau menyakitiku.. hanya itu yang kauperlu tau..
Selanjutnya..? Biar hanya aku dan hujan yang merasakan..

Saturday, April 21, 2007

Nagabonar & Saya

Sore ini saya lewati dengan bernostalgia di 'theater XXI' bersama sang bunda.. saya pandangi semua gambar2 film yang ada.. sampai berhenti disatu gambar.. dengan dedi mizwar dan tora sudiro disana.. HA!! Nagabonar.. ok.. boleh dicoba.. kita harus mendukung hasil karya anak negeri juga bukan..? Dengan sedikit berharap (walaupun tetap tidak bisa berpura2 menjadi optimis) bahwa film Indonesia yang kali ini benar-benar punya arti cerita.. bisa menggelitik rasa.. bisa membuat rongga diparu saya berhenti sejenak.. persis seperti seluruh rasa saat saya lihat christine hakim sebagai seorang pejuang yang tidak pernah mau berkata 'kalah' di film Tjoet Nyak Dien..
Apa yang saya dapat..? Gerilya perang akan pertanyaan batin.. tundukan malu karena hina..
"Kalau kau berada pada jaman saya dulu, kamupun akan memberi hormat pada patung itu.." (Nagabonar)
"Apa ada pahlawan saat ini..?" (Saya)
"Turunkan Tanganmu Jendral.. Untuk siapa penghormatan itu kauberikan..?" (Nagabonar)
"Tundukan badanmu sedikit saat dia lewat.. dia yang mempengaruhi seberapa banyak nasi diperiukmu.." (Kegilaan Saya)
"Tegakkan badan saya..! Tegakkan badan saya..! saya ingin melihat sang merah-putih sampai pada puncaknya..!!" (Nagabonar)
"Gila.. upacara ini muali tidak masuk akal.. gila kalau aku sampai pingsan disini.." (Kesombongan Saya)
Betapa tipis rasa nasionalisme didada ini.. rongga tempat putaran nafas.. aliran darah.. Gila.. maafkan saya negaraku.. tapi... tidak tau lah...

Tuesday, April 17, 2007

Terus pentaskan tarian indahmu..

Tarian lebih indah saat kugenggam tangannya, setiap helai kain ini terbang mengikuti ilusi hangat yang menerpanya.
"Ayo.. sedikit lagi.."
"Aku capek.. sudah berhenti saja ya...?"
"Sedikit lagi.. jangan mudah menyerah.. tarian ini mudah.."
"Tapi aku sedang bersedih.."
"Putar kakimu lebih cepat.. sedih akan lari melalui helai kainmu.."
Putaran satu.. dua.. hembusan nafas mulai menata ruang di hatiku. Lukisan hina melayang disekeliling. Tangis lemah sedikit terdengar.. sedikit.. tapi terdengar.. Kuhentikan tarian, kugenggam tangan itu. Terlalu erat kurasa..
"Aku ikut eyang saja ya...?"
"Untuk apa..? sudah.. disini saja..."
"Aku mau ikut.. aku harus ikut eyang..."
"Baru setengah tarian yang kau perlihatkan.. pentasmu masih belum usai.. temui aku saat seluruh penonton menepukkan tangannya.. dan tirai menutup indah balutan bahagiamu.. Saat itulah kau akan sadari.. pedih itu memang sudah menjadi bagian dari tarian indahmu.."
****************
Dedicated to : Eyang Abdullah Barabah..
Too many things to tell.. too many things to cry.. too many efforts i've made just to know you better.. and yet.. tears are always the answer.. And i'll never stop saying "i wish you were here.."

Hati Gila..

"Mimpi iku ojo kegeden nduk.. nggarai edan.."

Aku sudah cukup gila....

"Nek ngarep ojo ngoyo nduk... nggarai senewen.."

Aku sudah tak berakal...

Tak kupercayai indra kehidupanku.. kubunuh hati terdalamku..

Cinta sedalam lautan...?
Rindu seluas samudra..?
Hati setinggi langit...?
Kasih selurug raga..?

Samudra yang meluluhlantahkan jiwaku.. langit yang menginjak saat kuterbuai.. raga yang merobek saat kubergantung.. laut yang menarikku lebih dalam saat kutenggelam...

Kupernah terbang dengan sayap lebih besar dari milikmu saat ini.. kupernah terbang lebih tinggi dari ini...

Tidak.. saya tidak ingin terbang tinggi lagi sekarang...

Terima kasih atas sayap kecilmu... bawalah aku pergi.. hanya dengan tetap menapak pada bumiku...